BERITA(2)

Pertanian Presisi vs. Pertanian Cerdas: Apa Perbedaannya?

Berita Pertanian

Seiring pertumbuhan populasi dunia yang terus meningkat, pertanian menjadi lebih penting dari sebelumnya dalam menyediakan pangan bagi dunia. Namun, metode pertanian tradisional terbukti tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus bertambah. Dalam beberapa tahun terakhir, pertanian presisi dan pertanian cerdas telah mendapat banyak perhatian sebagai praktik pertanian inovatif yang dapat mengatasi masalah ini. Mari kita telusuri perbedaan antara pertanian presisi dan pertanian cerdas.

VT-10PRO

Pertanian presisi adalah sistem pertanian yang berfokus pada penggunaan teknologi untuk mengoptimalkan hasil panen dan mengurangi pemborosan. Sistem pertanian ini memanfaatkan teknologi informasi, analisis data, dan perangkat lunak untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi. Pertanian presisi melibatkan penilaian variabilitas tanah, pertumbuhan tanaman, dan parameter lain di dalam lahan pertanian, kemudian melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi. Contoh teknologi yang digunakan dalam pertanian presisi meliputi sistem GPS, drone, dan sensor.

Di sisi lain, pertanian cerdas adalah sistem pertanian komprehensif dan menyeluruh yang melibatkan integrasi berbagai teknologi. Sistem pertanian ini bergantung pada kecerdasan buatan, perangkat IoT, dan analitik big data untuk memanfaatkan sumber daya secara paling efisien. Pertanian cerdas bertujuan untuk memaksimalkan hasil panen sekaligus meminimalkan limbah dan dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini mencakup segala hal mulai dari metode pertanian presisi hingga sistem irigasi cerdas, pelacakan ternak, dan bahkan pelacakan cuaca.

Teknologi kunci yang digunakan dalam pertanian presisi dan cerdas adalah tablet. Tablet digunakan untuk transfer data, manajemen perangkat, dan tugas-tugas lainnya. Tablet memberi petani akses instan ke data real-time tentang tanaman, peralatan, dan pola cuaca. Misalnya, pengguna dapat menginstal aplikasi yang relevan di tablet mereka, kemudian mereka dapat melihat dan mengelola data mesin, memantau data lahan, dan melakukan penyesuaian saat bepergian. Dengan menggunakan tablet, petani dapat menyederhanakan operasi mereka dan membuat keputusan yang lebih tepat tentang tanaman mereka.

Faktor kunci lain yang membedakan pertanian presisi dan pertanian cerdas adalah tim riset dan pengembangan di baliknya. Sistem pertanian presisi seringkali melibatkan perusahaan kecil dan tim yang berspesialisasi dalam bidang tertentu, seperti sensor tanah atau drone. Sementara itu, pertanian cerdas melibatkan tim R&D yang lebih besar yang mengerjakan berbagai teknologi yang lebih luas yang bertujuan untuk mengintegrasikan pembelajaran mesin, analitik big data, dan kecerdasan buatan. Pertanian cerdas bertujuan untuk memanfaatkan semua teknologi yang tersedia untuk mengoptimalkan praktik pertanian dan meningkatkan efisiensi.

Terakhir, perbedaan signifikan antara pertanian presisi dan pertanian cerdas adalah ketersediaan perangkat pengembangan perangkat lunak (SDK). Pertanian presisi seringkali bergantung pada aplikasi dan program khusus yang dirancang untuk tugas-tugas tertentu. Sebaliknya, SDK yang digunakan dalam pertanian cerdas memungkinkan pengembang untuk membuat dan memodifikasi program perangkat lunak yang dapat bekerja bersama, sehingga memungkinkan analisis data yang lebih luas dan fleksibel. Pendekatan ini sangat berguna dalam pertanian cerdas, di mana berbagai sumber data perlu digabungkan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang lanskap pertanian.

Seperti yang telah kita lihat, meskipun pertanian presisi dan pertanian cerdas memiliki beberapa kesamaan, seperti penggunaan tablet dan analisis data, keduanya berbeda dalam pendekatan terhadap sistem pertanian. Pertanian presisi berfokus pada semua aspek pertanian, sementara pertanian cerdas mengambil pendekatan yang lebih holistik terhadap pertanian, menggunakan berbagai teknologi yang lebih luas. Apakah pertanian presisi atau pertanian cerdas merupakan pilihan terbaik untuk petani tertentu bergantung pada banyak faktor, termasuk ukuran lahan pertanian, lokasinya, dan kebutuhannya. Pada akhirnya, kedua metode pertanian ini menawarkan cara-cara berharga untuk mengoptimalkan praktik pertanian demi masa depan yang lebih berkelanjutan dan produktif.


Waktu posting: 12 Juni 2023